Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Level Keuangan Keluarga

Pada dasarnya manusia punya 4 level keuangan dalam hidupnya. 

  • Luxury Level, orang sering bilang kelompok ini uangnya gak punya nomer seri. Saking banyaknya dan rasanya gak habis-habis.
  • Comfortable Level, alias nyaman. Punya pendapatan bulanan 50 juta, tapi pengeluaran pastinya hanya 20 juta. Jadi dia enjoy bisa nabung, bisa ajak keluarganya jalan-jalan dan juga bisa bersedekah banyak. 
  • Standard Level. Nah level yang ini konon  populasinya cukup banyak. Mereka yang ada di level ini punya pengeluaran yang sama dengan pemasukannya. Gajinya 10 juta, pengeluarannya juga 10 juta. 
  • Charity Level. Populasi ini hidup dari pemberian dan bergantung pada orang lain.

Kenapa sih harus dibuat level-level gitu? Ilustrasinya gini, ada sebuah keluarga bisa hidup di level comfortable. Kenapa sih keluarga ini bisa hidup di level ini? Itu karena ada seseorang yang bekerja yang menghasilkan uang dan memberikan kehidupan seperti yang mereka rasakan saat ini. Nah, kita coba bayangkan kalau orang yang bekerja ini sudah tidak ada. Bisakah keluarga ini mempertahankan level kehidupan yang comfortable itu tadi?

Jawabannya, mungkin bisa, mungkin juga tidak. Kira-kira mana yang lebih banyak?

Tapi kita tidak akan pernah tahu tentang dihadirkannya risiko-risiko dalam hidup yang berpengaruh pada kehidupan finansial sebuah keluarga. PHK, usaha yang bangkrut, meninggalnya seseorang atau sakit kritis. Biasanya kalau risiko tersebut terjadi pada seseorang yang memiliki aset, maka level kehidupannya akan turun pelan-pelan. Dari level comfortable turun ke standard , karena aset yang miliknya bisa jadi akan dijual untuk mempertahankan gaya hidup atau membiayai perawatan sakitnya. 

Situasi lain adalah kalau dia tidak punya aset sama sekali, maka dalam beberapa kasus dia bisa langsung turun ke level charity lho. Dan itu cukup banyak kejadiannya. 

Well anyway, tulisan ini boleh dianggap serius, boleh juga dianggap santai. Kalau mau santai, anggap aja ini seperti sebuah klub sepakbola di Divisi Utama, yang bisa kapan saja turun ke divisi 2, 3 bahkan 4. Jadi, perlu ada perencanaan dan manajemen yang baik untuk bisa mempertahankan klub tetap berada di divisi terbaik.