Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aturan Menikmati Secangkir Kopi

Weiss, keren ya kalau bisa nongkrong di cafe yang lagi ngehits. Tapi kalau sering-sering ya bisa jebol juga kantongnya. HItung aja, kalau satu cup capuccino rata-rata harganya Rp. 40,000 x 3 kali sepekan x 4 pekan = Rp. 480,000. Wow! 

Ngomongin tentang rasa, kita semua tahu kalau secangkir kopi di cafe cuman sebelas-duabelas alias beda tipis sama kopi buatan bibi. Kalau kamu sukanya kopi gilingan, beli aja Rp. 50,000 dapat sekantong bisa buat lebih dari 20x seduh. Artinya, sebenarnya harga kopi yang kita beli itu tidak semahal harga yang harus kita bayar. Jadi apa yang sebenarnya bikin mahal. Hmm, yang mahal itu sebenarnya adalah : TEMPATNYA. 

Jadi sebenarnya yang paling kurang masuk akal  (kalau gak mau dibilang aneh) adalah  kalau beli kopi di kafe itu untuk dibawa pulang atau disruput sendiri di meja kantor. 

Jadi gimana dong?

Sekali lagi, yang kamu bayar itu tempatnya. Jadi biar balik modal, harus manfaatin tempatnya baik-baik. 

  • Ajak teman-temanmu buat ngobrol-ngobrol yang produktif : peluang-peluang usaha atau bahas tugas kuliah yang perlu tempat privat seharian. 
  • Janjian dengan mitra-mitra  untuk membahas hal-hal tentang bisnis

Kalaupun kita pengen ngopi-ngopi tanpa tujuan spesifik boleh-boleh aja, tapi mulai dari sekarang perlu direncanakan ya. Enggak dikit-dikit galau ke kafe, diputusin pacar ke kafe, kucing ilang ke kafe, dikit-dikit ke kafe. Kalau tanpa tujuan mungkin kamu bisa ke kafe 3 kali dalam sepekan. Kalau pakai tujuan mungkin cukup sepekan sekali. 

  • Kalau 3 kali sepekan :

3 kunjungan x @Rp. 50,000 = Rp. 150,000, pulang-pulang cuma dapat rasa senang sementara. 

  • Kalau 1 kali sepekan 

@Rp. 50,000 x 2 minuman karena harus bayarin calon mitra bisnis = Rp. 100,000 dan ada peluang punya deal bisnis baru. Maka kamu bisa menghemat Rp. 50,000 perpekan atau Rp. 200,000 sebulan! 

Lumayan kan?