Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hidup Dibantu Orang Lain : Sebuah Filosofi Asuransi

Bayangkan sebuah lingkungan RT. Karena ada pengalaman warga yang kena musibah di masa lampau, maka Pak RT mencetuskan sebuah program saling tolong-menolong. Setiap warga diminta mendonasikan uang Rp. 50,000 untuk tujuan sosial. Jika ada warga yang terkena musibah, maka dana kumpulan ini akan dipakai untuk meringankan beban keuangan yang dihadapi. 

Begitulah asuransi, diciptakannya sejak awal bukan untuk investasi. Melainkan saling tolong-menolong untuk menringankan beban finansial yang dihadapi seseorang kalau terkena suatu musibah. Sesederhana itu. 

Kenapa sih?

Sederhana alasannya kok. Bahwa kita selalu butuh ORANG LAIN

  • Lahir, ditolong oleh Orang lain
  • Nama, diberi oleh Orang lain
  • Ilmu, didapat dari Orang lain
  • Kehormatan, disematkan oleh Orang lain
  • Mandi pertama, dilakukan oleh Orang lain
  • Mandi terakhir, dilakukan oleh Orang lain
  • Harta setelah meninggal menjadi hak Orang lain
  • Pemakaman, dilakukan oleh Orang lain

Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan orang lain

Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain.

Lalu, Mengapa kita merasa harus sendirian menghadapi beban finansial karena musibah yang kita alami? Sampai harus menjual aset yang telah lama kita tempati dan gunakan sehingga kebahagiaan keluarga harus berubah. Jadi, mari saling bantu dengan asuransi syariah. Karena sejatinya kita hidup untuk saling membutuhkan. Yang perlu diubah adalah niat kita untuk saling bantu. Asuransi (syariah) itu baik kok.