Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Naik Transportasi Umum ? Siapa Takut.

Yuk Hitung Dulu!

Kalau saya ingin pergi ke sebuah gedung di segitiga emas naik mobil. Tentunya semua tahu bahwa biaya parkir rata-rata Rp. 5000 perjam dengan rata-rata kunjungan 2 jam. Jika rata-rata konsumsi BBM mobil kita adalah 10 km/1 liter. Maka jarak dari Depok ke CBD Jakarta yang kurang lebih 60 km pergi pulang akan menghabiskan bahan bakar 6 liter alias sekitar Rp. 50,000/hari. Belum termasuk kalau jalanan penuh lho ya. Jika kita masuk tol, paling tidak kita akan habiskan Rp. 20,000/hari.

Jadi totalnya paling tidak  Rp. 80,000/hari. Kalau saya bulatkan jadi Rp. 100,000/hari tentunya banyak yang setuju kan? Nah, jika dikalikan 20 hari kerja, maka hanya untuk transportasi kita akan menghabiskan Rp. 2 juta! Ya, emang enggak terasa sih karena ngeluarinnya tiap hari. 

Sudah pernah naik kereta Commuter Line? 

Dari stasiun Depok menuju Sudirman hanya akan dikenai tarif Rp. 3500 lho. Kalau masalah penuh ya sudah wajar saja, namanya juga kereta komuter. Anggap saja kita sedang naik kereta di Jepang memutari Yamanote Line. Lha keretanya juga eks Jepang kok. Kalau pernah ke Jepang  pasti sudah tahu bahwa penuh-penuhnya juga sama aja. Bahkan kalau mau tahu tarif dari Bogor sampai Tangerang saat tulisan ini dibuat adalah Rp. 8000 saja. 

Sudah pernah naik Trans Jakarta?

Ini juga sama, tarifnya Rp. 3500 dari mana saja. Bahkan kalau kita mau ke Ancol haltenya ada persis di depan Dufan. 

Nah, paling kendalanya kan ada yang takut kucel. Tapi sebenarnya itu bisa diantisipasi dengan menyiapkan peralatan dandan dan baju ganti. Dan ternyata setelah diadakan survei kecil-kecilan, kebanyakan yang tidak menggunakan transportasi umum adalah karena BELUM PERNAH MENCOBA. 

Kok belum pernah?

Karena yang terbayang ketika disebut transportasi umum hanyalah Metromini dan Mayasari Bakti. Piknik yuk ah!

Sebuah Tulisan dari Ferra Trisiana, ST, FChFP, CFP